Pelayanan Jasa

Perpustakaan

TENTANG MERKURI

INFO TERBARU

  • My Stats
  • Flag Counter
4 Desember 2010

AQMS

Salah satu aspek penting dalam konsep Pengelolaan Kualitas Udara dan Pengendalian Pencemaran Udara adalah Pelaksanaan Pemantauan Kualitas Udara Ambien secara kontinyu. Pemantauan kualitas udara ambien melalui Air Quality Management System (AQMS) dimulai secara efektif sejak tahun 1999 di 10 kota (daerah) di Indonesia (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Pekanbaru, Jambi, Pontianak dan Palangkaraya). Kualitas udara ambien ditentukan  oleh banyak faktor  diantaranya  adalah faktor  meteorology, demografi, cuaca dan sumber emisi.

Informasi yang dipakai untuk mengindikasikan kondisi kualitas udara ambien salah satunya adalah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). ISPU adalah angka yang tidak mempunyai satuan yang menggambarkan kondisi kualitas udara ambien di lokasi dan waktu tertentu yang didasarkan kapada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan mahluk hidup lainnya. Parameter yang dipakai untuk menghitung ISPU adalah seperti yang termuat didalam: Kep-45/MENLH/10/1997 dan Kep-107/KABAPEDAL/11/1997 yaitu:  Partikulat Matter ukuran 10 mikron ( PM10 ), Karbon Monoksida ( CO ), Sulfur Dioksida ( SO2 ), Nitrogen Dioksida ( NO2 ) dan Ozon ( O3 ).

Stasiun pemantau otomatis yang telah dipasang pada 10 kota di Indonesia  saat ini  yang masih beroperasi dengan baik  dan datanya di kirim ke Main Center adalah  Jakarta, Palangkaraya serta Surabaya dan dari   3 kota tersebut    tidak semua stasiunnya  aktif  beroperasi. hal ini disebabkan oleh peralatan / sparepart  yang telah aus  ( habis masa pakainya ) serta komitmen daerah yang kurang  dalam pembiayaan operasional stasiun  serta petugasnya . Sedangkan di 7 kota lainnya  ada beberapa stasiun  yang masih aktif beroperasi  tapi datanya  tidak dapat dikirim ke  Main Center  yang antara lain disebabkan  oleh jaringan telpon  dari stasiun ke Regional center.

Pemantauan kondisi kualitas udara di suatu wilayah  secara kontinyu dengan  peralatan AQMS memberikan keseragaman informasi  kepada masyarakat  tentang  kualitas udara di waktu dan lokasi tertentu. Air Quality Monitoring System ( AQMS ) yang merupakan  jaringan pemantauan kualitas udara ambien continyu sangat diperlukan  dalam upaya pengendalian pencemaran udara di Indonesia, untuk itu  peralatan di daerah yang telah  habis masa pakainya ( aus )  agar segera diganti dan di bangun komitmen dengan pemerintah daerah dalam hal pembiayaan operasional stasiun pemantau  agar supaya  stasiun pemantau  udara otomatis ini  dapat beroperasi dan dikembangkan dengan baik, sehingga  data yang  diperoleh dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.