Perpustakaan

Digital Perpustakaan

Pelayanan Teknis / Jasa

Sekilas Info

  • My Stats
  • Flag Counter
14 Februari 2018

P3KLL Bahas Rencana Operasional Litbang Tahun 2018

ROP-1P3KLL (Serpong, 14/02/2018)_ Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) melaksanakan kegiatan pembahasan Rencana Operasional Penelitian dan Pengembangan (ROPt/ROPg) Tahun 2018 pada Senin-Selasa (12-13/02) di ruang Rapat 1 P3KLL, Serpong, Tangerang Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 undangan dari; perwakilan Kepala Pusat Litbang Lingkup BLI, perwakilan Ditjen PPKL, perwakilan Ditjen PSLB3, perwakilan Ditjen GAKKUM, perwakilan Ditjen PPI, perwakilan Puslatmas & PGL, para Pembina RPPI & Narasumber Pembahasan Rencana Operasional Litbang P3KLL serta Peneliti dan Pedal KLHK.

Wisnu Eka Yulyanto, Kepala Bidang Metrologi & Kalibrasi – P3KLL, dalam sambutannya mengatakan, “Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memperoleh masukan dari para narasumber guna mempertajam substansi penelitian dan pengembangan yang akan dilaksanakan P3KLL, sehingga kegiatan penelitian dan pengembangan semakin meningkat kualitasnya.”

“Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan oleh P3KLL tidak hanya pada kegiatan yang termasuk dalam RPPI saja, namun dalam tahun 2017 P3KLL juga melaksanakan kajian untuk menjawab isu lingkungan yang aktual yang terjadi saat ini, diantaranya terkait dengan kebijakan kantong plastik berbayar.” kata Wisnu yang mewakili Kepala P3KLL.

ROP-2Lebih lanjut Wisnu mengatakan, “P3KLL telah melakukan kajian dengan hasil bahwa kebijakan uji coba kantong plastik berbayar sebagai implementasi PP No 81/2012 tidak efektif untuk mengurangi jumlah sampah kantong plastik yang dipakai masyarakat. Harga Rp 200,00 per kantong tidaklah menjadi beban bagi masyarakat Willingness to pay masyarakat terhadap kantong plastik ramah lingkungan adalah sebesar Rp. 608.93,00 per kantong.”

“Hasil uji keberadaan menunjukkan bahwa kantong plastik berjenis oxoplastik tidak dapat terurai di TPA pada usia sampai dengan 3 tahun. Limbah kantong plastik yang dibiarkan dan diharapkan terurai di TPA berpotensial mengkontaminasi rantai pangan, berpotensial terkonsumsi oleh ternak (sapi) dan berpotensi juga termakan oleh manusia. Begitu juga halnya keberadaan limbah plastik di perairan dapat berpotensi termakan oleh ikan di sungai dan laut.” kata Wisnu.

“Pada tahun 2018 P3KLL akan mengembangkan Pusat Riset Merkuri Indonesia, hal ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti Ratifikasi Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata mengenai Merkuri) oleh Pemerintah Indonesia Pada 10 Oktober 2013 di Kumamoto, Jepang. Konvensi ini bertujuan melindungi kesehatan manusia dan keselamatan lingkungan hidup dari emisi dan pelepasan merkuri serta senyawa merkuri yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. Selanjutnya pada 20 September 2017 Pemerintah Indonesia menandantangani UU Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Konvensi Minamata mengenai merkuri.” kata Wisnu.

“Pusat Riset Merkuri Indonesia bertujuan untuk menghasilkan dampak pada dua aspek yakni pembentukan jejaring pengelolaan merkuri yang terintegrasi dan peningkatan kesehatan masyarakat terpapar merkuri. Pembentukan jejaring diperlukan karena pekerjaan riset merkuri baik dari aspek teknologi, kelembagaan dan sosial ekonomi masyarakat yang selama ini dikerjakan masih terpisah-pisah pada berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat (NGO) dan banyak yang belum termanfaatkan dan diformulasikan dalam bentuk kebijakan.” Kata Wisnu.

“Integrasi yang diarahkan oleh pusat riset ini akan bermuara pada perumusan kebijakan pengelolaan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Dampak kedua yang dapat dicapai adalah peningkatan kesehatan masyarakat yang akan dilakukan melalui mitigasi kesehatan jika terpapar merkuri, minimalisasi keterpajanan dengan merkuri serta menemukan iptek pengelolaan pertambangan dan proses manufaktur bebas merkuri.” Kata Wisnu.

“Di sisi lain, penelitian, pengembangan dan kajian yang dilaksanakan P3KLL dimaksudkan juga untuk mendukung tugas eselon I lingkup KLHK, sehingga diperlukan komitmen dan kerjasama untuk mensinergikan kegiatan keditjenan dan dukungan kegiatan Badan Litbang dan Inovasi.” demikian kata Wisnu.

Pada sesi berikutnya para Peneliti P3KLL mempresentasikan Rencana Operasional Penelitian dan Pengembangan (ROPt/ROPg) Tahun 2018 pada masing-masing judul kegiatan, kemudian dilanjutkan sesi diskusi yang berisi saran, kritik dan masukan dari para Pembina RPPI sebagai narasumber untuk para Peneliti P3KLL guna mematangkan Rencana Operasional Penelitian dan Pengembangan P3KLL Tahun 2018.

Tahun 2018 merupakan tahun ke 4 bagi P3KLL sebagai institusi yang mendapat amanah untuk menjalankan tugas penelitian dan pengembangan kualitas lingkungan di bawah Badan Litbang dan Inovasi (BLI) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).***AF.

ROP-4 ROP-3 ROP-5 ROP-6