Perpustakaan

Pelayanan Teknis / Jasa

Info

4 Juni 2010

Reaksi Manusia Terhadap Bunyi

Manusia memberi reaksi terhadap bunyi dengan berbagai macam cara. Sebagai contoh, musik rock sangat disenangi oleh sebagian orang, tetapi merupakan gangguan bagi sebagian orang lainnya. Daya tahan manusia terhadap suara bergantung pada variasi karakteristik akustik pada sumber, maupun karakteristik lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah sebagai berikut :

  1. Tingkat, tingkat suara yang berubah-ubah (jarak dinamis), durasi, spektrum frekuensi, dan pola waktu bunyi. Suara dengan tingkat yang sangat tinggi dapat merusak pendengaran. Tingkat kebisingan yang lebih tinggi lebih menggaggu daripada suara yang rendah, suara bising yang berasal dari truk yang sebentar-sebentar lebih mengganggu daripada suara yang datang secara terus menerus. Pendengaran manusia lebih sensitif pada area frekuensi tinggi daripada yang rendah.
  2. Jumlah suara latar belakang sebelum suara gangguan timbul. Orang cenderung membandingkan suara yang mengganggu dengan suara latar belakang yang ada. Jika suara baru lebih keras daripada suara latar belakang atau ambient kemungkinan hal itu sangat mengganggu. Contoh : pesawat terbang yang tinggal landas.
  3. Pada dasarnya segala aktivitas hidup menimbulkan sumber bising. Kebisingan lalu lintas di jalan raya kemungkinan tidak mengganggu pada pekerja di pabrik atau di kantor, tetapi pada tingkat kebisingan yang sama kemungkinan mengganggu orang yang sedang tidur di rumah atau orang yang sedang belajar di perpustakaan. Klakson mobil di jalan raya pada jam 2 pagi lebih mengganggu dibandingkan pada jam 5 sore.